Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Home

Vie's Blog

is created just for sharing because sharing is caring



Segala puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam selalu tercurah untuk kekasih-Nya.


Blog ini Q persembahkan untuk;

Abi & Ummi yang telah membesarkan-Q,

Asatidz-Asatidzah-Q,

Segenap Guru Besar & Dosen-Q,

TK Darul Ulum Ngembal Rejo Bae Kudus,

TPQ Al-Ma’roef Kudus,

Madrasah Diniyah Mawa’idhus Shibyan Golantepus Mejobo Kudus,

MI Darul Ulum 02 Ngembal Rejo Bae Kudus,

MTs NU Mu'allimat Kudus,

MA NU Mu'allimat Kudus,

UIN Walisongo Semarang,

Teman-Teman yang Telah Mewarnai Hidup-Q.


Semoga Bermanfaat bagi Agama, Nusa, dan Bangsa, Amin...

About Me

Nama : Rofiqo Rahmawati TTL : Kudus, 23 Agustus 1991 Alamat : Kudus, Jawa Tengah, Indonesia Pendidikan :
  • MI Darul Ulum 02 Ngembalrejo Bae Kudus (2003)
  • MTs. NU Mu'allimat Kudus (2006)
  • MA NU Mu'allimat Kudus (2009)
  • S1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang >> Pendidikan Matematika (2009-sekarang)
Pengalaman Organisasi :
  • Ketua OSIS MTs. NU Mu'allimat Kudus (2004/2005)
  • Ketua OSIS MA NU Mu'allimat Kudus (2007/2008)
  • Crew Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang 2009-sekarang
  • Departemen Pers/Jurnalistik HIMATIKA Walisongo Semarang (2010-sekarang)
  • Departemen Pers/Jurnalistik Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Tengah (2011-sekarang)
Prestasi :
  • Harapan II Siswa Berprestasi Kabupaten Kudus tahun 2005 tingkat SMP/MTS oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus
  • Juara III Siswa Berprestasi Kabupaten Kudus tahun 2008 tingkat SMA/MA/SMK oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus
  • Nominator LKTI BCB Generasi Muda Se-Jateng 2011 oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah
  • Pemenang Penelitian Kompetitif Kehidupan Keagamaan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Tahun 2011 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat mahasiswa/dosen/peneliti/praktisi
  • Pemenang Program Penelitian Inovasi Mahasiswa Tahun 2012 Kementerian Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
Kontak :

Blog

25 Feb 2012

PROGRAM SEMESTER (PROSEM)

0 komentar
Program semester (prosem) merupakan penjabaran lebih lanjut dari prota. Prosem menggambarkan lebih rinci penyajian KD pada minggu ke berapa dan pelaksanaan ulangan pada minggu ke berapa. Selain itu, penyajian prosem adalah per semester. Jumlah alokasi waktu per KD dalam prosem diisi sesuai dengan jam pelajaran yang ada pada prota.

Sehingga, komponen-komponen prosem tidak jauh beda dengan komponen-komponen yang ada pada prota. Hanya saja, tentu prosem memiliki komponen yang lebih spesifik. Setidaknya dalam prosem harus ada:
  1. identitas yang berisi: satuan pendidikan, kecamatan, kurikulum, mapel, kelas/program, dan tahun pelajaran.
  2. tabel isian yang berisi: SK, KD/Indikator, materi pokok, jam tatap muka, jam non tatap muka, minggu-minggu dalam bulan selama satu semester.
Berdasarkan Panduan Teknis Pengembangan Kurikulum Madrasah Aliyah (Dokumen Pendukung) milik Direktorat pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia 2010, diuraikan langkah-langkah penyusunan prosem sebagaimana berikut:
  1. menentukan alokasi waktu jam efektif satu semester yang sudah dituliskan pada prota (pembelajaran dan ulangan) …………….……………………………………………….. (a)
  2. mendistribusikan jam efektif  pembelajaran dan ulangan pada rincian mingguan dalam tabel kalender akademik madrasah. Urutan penyajian KD disesuaikan dengan pemetaan yang telah dilakukan. Urutan TIDAK HARUS sama dengan urutan dalam standar isi. Pengaturan urutan penyajian yang telah dirancang pada pemetaan dituliskan pada prosem.
Secara global, berikut formatnya:
>>masih, dalam proses, kunjungi beberapa saat lagi :)<<
Read more

PROGRAM TAHUNAN (PROTA)

0 komentar
Program tahunan (Prota) merupakan program pembelajaran yang memberikan gambaran perencanaan penyajian Kompetensi Dasar (KD) untuk suatu mata pelajaran (mapel) tertentu dan di kelas tertentu serta pada jenjang dan satuan pendidikan tertentu dengan alokasi waktu yang sudah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif selama satu tahun. Misalnya, prota untuk mata pelajaran Matematika di Kelas XI Madrasah Aliyah (MA) x.

Prota perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yaitu program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Setidaknya, dalam menyusun Prota, komponen yang harus ada adalah:
  1. identitas, berisi satuan pendidikan, mata pelajaran, kurikulum, kelas/program, dan tahun pelajaran.
  2. tabel isian, berisi semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, dan alokasi waktu. 

Berdasarkan Panduan Teknis Pengembangan Kurikulum Madrasah Aliyah (Dokumen Pendukung) milik Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia 2010, diuraikan langkah-langkah penyusunan prota sebagaimana berikut:
  1. menentukan jumlah minggu dalam 1 tahun……………………………………………(a)
  2. menentukan jumlah minggu yang tidak efektif dalam 1 tahun ……………... ………....(b) (a)-(b)…………………………………………………………………………........(c)      Catatan: Minggu efektif tiap sekolah/ madrasah diatur sendiri asalkan dalam satu tahun tidak kurang dari 34 minggu dan tidak lebih dari 38 minggu.
  3. menentukan minggu efektif dalam 1 tahun, dengan cara
  4. menentukan jumlah jam pelajaran efektif untuk tiap mapel dalam 1 tahun, dengan cara
    (c) x alokasi jam pelajaran (lihat struktur kurikulum) = … jam efektif  mapel.
  5. mengatur alokasi waktu jam efektif dua semester (satu tahun) untuk pembelajaran dan ulangan.
  6. membagi jam efektif untuk ulangan.
  7. membagi waktu jam pelajaran efektif untuk semua kompetensi dasar sesuai dengan karakterisrik/cakupan KD yang telah ditentukan dalam pemetaan.
  8. menuliskan KD sesuai dengan urutan KD dalam pemetaan beserta waktu yang dialokasikan dalam pemetaan tersebut.  Misalnya, untuk mapel Matematika di kelas XI MA x, jumlah alokasi waktu pada prota diisi sesuai dengan jam pelajaran efektif Matematika di kelas XI yang ada di MA tersebut, yaitu jumlah pekan efektif satu tahun x alokasi waktu Matematika di struktur kurikulum MA (4 jam). Misalnya, minggu efektif semester 1 yang ada di madrasah 17 dan semester 2 juga 17.  Jam efektif Matematika satu semester sejumlah 17 x 4 = 68 jam. Berarti, satu tahun madrasah memiliki 136 jam efektif untuk mapel Matematika. Alokasi waktu sejumlah 68 jam per semester tersebut diatur untuk pembelajaran semua KD yang ada pada satu semester dan untuk ulangan harian. Alokasi tiap KD tergantung karakteristik/ cakupan KD.

Nampak bahwa penentuan minggu efektif yang telah dirumuskan dalam langkah-langkah penyusunan prota di atas, (langkah 3), masih menghasilkan minggu efektif secara global untuk semua mapel, belum minggu efektif khusus untuk mapel yang hendak dibuatkan protanya tersebut. Sehingga, jika ada mapel lain yang hendak menggunakan minggu efektif tersebut, bisa saja. Padahal, minggu efektif untuk suatu mapel tentu berbeda dengan mapel lainnya, meskipun terkadang sama tapi tidak selamanya sama, tergantung hari yang telah dijadualkan oleh satuan pendidikan tertentu untuk masing-masing mapel tersebut.

Oleh karena itu, menurut hemat penulis, langkah yang efektif dalam penyusunan prota terlebih dahulu adalah (1) Melihat alokasi jam pelajaran per minggu untuk mapel yang hendak dibuat protanya berdasarkan kurikulum yang berlaku dalam satuan pendidikan yang bersangkutan dan (2) Meninjau hari yang telah dijadualkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan untuk mapel tersebut. Hal ini dilakukan mengingat pada prakteknya, tidak menutup kemungkinan jika jumlah minggu efektif untuk suatu mapel berbeda dengan mapel lainnya, tergantung hari yang telah dijadualkan untuk mapel yang hendak dibuatkan protanya tersebut. Setelah itu, baru kemudian (3) Menentukan jumlah minggu efektif per semester, yaitu gasal dan genap, dengan melihat kalender pendidikan (kaldik)[1] dan disesuaikan dengan hari yang telah dijadualkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan untuk mapel yang hendak dibuatkan protanya tersebut. Tentu, jumlah minggu efektif untuk semester gasal akan berbeda dengan jumlah minggu efektif untuk semester genap. Jumlah minggu efektif satu tahun didapat dengan cara penambahan jumlah minggu efektif semester gasal dengan jumlah minggu efektif semester genap. Selanjutnya, (4) Menentukan alokasi jam pelajaran efektif per semester, yaitu gasal dan genap, yang diperoleh dari hasil perkalian jumlah minggu efektif {langkah(3)} dengan alokasi jam pelajaran per minggu untuk mapel yang hendak dibuatkan protanya tersebut berdasarkan kurikulum yang berlaku dalam satuan pendidikan yang bersangkutan {langkah(1)}. Alokasi jam pelajaran ini untuk pembelajaran dan ulangan yang ada dalam semester tersebut. Alokasi jam pelajaran efektif satu tahun didapat dengan cara penambahan jam pelajaran efektif semester gasal dengan jam pelajaran efektif semester genap. Kemudian, (5) Menentukan alokasi jam pelajaran untuk masing-masing ulangan harian[2] yang ada dalam semester yang bersangkutan. Selanjutnya, (6) Menentukan alokasi jam pelajaran untuk masing-masing KD dengan membagi hasil dari pengurangan langkah (4) terhadap jumlahan langkah (5) sesuai dengan semester yang bersangkutan. Tentu, antara KD satu dengan yang lainnya tidak memiliki alokasi waktu yang sama, tergantung karakteristik/ cakupan KD. Meskipun demikian, dapat diketahui alokasi rata-rata jam pelajaran untuk masing-masing KD dalam suatu semester dengan cara:

Terakhir, (7) menuliskan KD sesuai dengan urutan KD dalam pemetaan beserta waktu yang dialokasikan dalam pemetaan tersebut.

Oleh karena itu, sekiranya ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu oleh pendidik yang hendak menyusun prota yaitu:
  1. Pemahaman struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan yang ditempatinya. Hal ini penting untuk mengetahui alokasi jam pelajaran untuk satu pekan.
  2. Peninjauan hari yang dijadualkan untuk mapel yang bersangkutan.
  3. Kaldik
  4. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, berikut Kompetensi Dasarnya.

    Berikut format prota secara global


Referensi:

Panduan Teknis Pengembangan Kurikulum Madrasah Aliyah (Dokumen Pendukung).Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia 2010.

Peraturan Menteri pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan  Nasional Nomor 20 tahun 2007 Tanggal 11 Juni 2007 Standar penilaian pendidikan.

[1] Kaldik untuk jenjang pendidikan dasar dapat ditetapkan oleh Bupati/walikota, untuk jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus dapat ditentukan oleh Gubernur.  Disamping itu, kaldik untuk Satuan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah kejuruan (MAK) dapat ditetapkan oleh Menteri Agama. Lihat: pasal 3 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

[2] Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar atau lebih. Lihat lampiran Peraturan Menteri Pendidikan  Nasional Nomor 20 tahun 2007 Tanggal 11 Juni 2007 Standar Penilaian Pendidikan poin A.
Read more

Panduan Menulis Jurnal Ilmiah

0 komentar
Ada banyak panduan yang bisa membantu Anda dalam menulis sebuah jurnal ilmiah. Panduan yang satu ini, mungkin bisa dijadikan referensi.

Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari:
1. Judul;
2. Abstrak;
3. Pendahuluan;
4. Bahan dan metode;
5. Hasil;
6. Pembahasan;
7. Kesimpulan;
8. Daftar pustaka.

1. Judul
Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul "Laporan Lab Biologi". Dengan judul seperti ini, maka tidak ada pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Contoh judul yang jelas, misalnya "Pengaruh Cahaya dan Suhu terhadap Pertumbuhan Populasi Bakteri Escherichia Coli". Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal.

2. Abstrak
Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal.
Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum  tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda.

3. Pendahuluan
Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang Anda diselidiki, yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan.

Catatan: Jangan membuat pendahuluan terlalu luas. Ingat saja bahwa Anda menulis jurnal untuk rekan yang juga memiliki pengetahuan yang sama dengan Anda.

4. Bahan dan Metode
Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan.  Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan.

5. Hasil
Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakan teks naratif, tabel, atau gambar. Ingat hanya hasil yang disajikan, tidak ada interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Data yang dikumpulkan dalam tabel/gambar harus dilengkapi teks naratif dan disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Jangan ulangi secara panjang lebar data yang telah disajikan dalam tabel dan gambar.

6. Pembahasan
Pada bagian ini, peneliti menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain. Ingat bahwa setiap percobaan tidak selalu harus menunjukkan perbedaan besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk diubah dalam penelitian Anda.

7. Kesimpulan
Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan kembali pada pertanyaan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.

8. Daftar Pustaka
Semua informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal Anda.

Selamat menulis!
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/09/10353179/Panduan.Menulis.Jurnal.Ilmiah
Read more

8 Sep 2011

Membumikan Matematika

0 komentar
Ntah mengapa, pagi ini aq tidak bisa tidur. Apakah ini syndrome jk berada di semarang yach? Pasti gini deh kalau aq tinggal d semarang, ndak bisa tidur….he.he.he. Tidur palingan juga 1 mpe 2 jam aja. Ntahlah, yang jelas aq tidak bisa tidur n ku putuskan untuk membuka lepi q krn  teringat dengan buku yang q dapati hari ini.

Yuhuy, saat  library visiting di perpus Fakultas Tarbiyah tadi ada sebuah buku matematika yang cukup memikat perhatian q. Penyajiannya yang ringan dengan pembahasan yang dalam membuat q ingin membacanya dan terus membacanya hingga akhirnya aq pun berhasil menyelesaikannya, sekitar 7 jam yang lalu. 

Membumikan Matematika dari Kampus ke Kampung karya Budi Manfaat, Terbitan Cirebon:Eduvision Publishing, 2010 semakin memperkaya referensi yang mampu memadu padankan antara al-Quran dengan IPTEK, terutama matematika. Dilihat dari judulnya saja, pasti langsung teringat pada buku Membumikan Alquran nya eyang kakung M. Quraish Shihab <<jadi ingat makul tafsir, he.he.he>>. Yach, tidak salah lagi, dalam penulisan buku ini Budi memang terinspirasi dari karya M. Quraish Shihab tersebut. Buku ini ditulis sebagai upaya agar matematika dapat diterima dan difahami, juga dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana agar mereka yang belum tahu tentang matematika menjadi tahu, yang belum mau belajar matematika menjadi mau, yang belum mampu menjadi mampu, dan yang belum merasakan sehingga bisa merasakan manisnya belajar matematika (hl.12).

Dari tidak tau menjadi tau
Bisa jadi, matematika tidak membumi adalah hanya karena belum dikenalkan. Pepatah baru mengatakan, tak kenal maka ta’aruf. Dengan demikian yang harus dilakukan adalah Membukakan, Mengajarkan, Memberikan contoh. 

Dari tidak mau menjadi mau
Seseorang yang sudah tahu, belum tentu mau melakukannya. Kemauan adalah berkaitan dengan energi, suatu kekuatan dalam diri seseorang. Karena itu beberapa Upaya yang harus dilakukan adalah Memotivasi, Menguatkan, Melihat Potensi. 

Dari tidak mampu menjadi mampu
Mereka yang sudah tahu tentang arti penting matematika dan bertekad untuk mau mendalaminya, harus dibimbing sehingga mampu (menguasai). Dalam hal ini yang dilakukan adalah Melatih, Mendampingi, Memberi Kesempatan.

Dari tidak merasakan menjadi merasakan
Puncak dari setiap pembelajaran adalah ketika kita sudah merasakan buah manis dari apa yang kita pelajari. Diantara upaya yang dapat dilakukan untuk menuju hal ini adalah dengan berbagai tips, bagaimana agar rasa manis itu di raih.

Jadi, untuk membumikan matematika dalam pandangan Budi, setidaknya ada 4 step yang harus dialami, yaitu tau, mau, mampu, dan rasa. (hl.12-13)



Read more

My Papers

Paper-Paper S1
No
Kategori
Judul
Preview
Download
1
Bahasa Indonesia
Fitur Istilah Matematika
Click here
Analisis Skripsi Matematika
Click here
Revitalisasi Pengajaran Matematika Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler
Click here
Analisis Tempo:Bukan ‘Bahasa Koran’
Click here
2
Ulumul Qur’an
Ilmu Muhkam dan Mutasyabih
Click here
3
Ulumul Hadis
Hadis Shahih dan Hadis Hasan
Click here
4
Tauhid
Sekte Khawarij
Click here
5
Tasawuf
Geliat Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dalam Kehidupan Tasawuf di Kudus
Click here
6
Sejarah Peradaban Islam
Masa Keemasan Islam di Spanyol
Click here
7
Telaah Kurikulum Matematika SMP
RPP SK 3 KD 3.1 SMP 2010
Click here
8
Ilmu Pendidikan
Inovasi Pendidikan
Click here
9
Dasar Proses Pembelajaran Matematika 1
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Click here
Click here
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (PPT)
Click here
10
Ilmu Budaya Jawa
Interpretasi Nilai-Nilai Ekonomi dalam Tradisi Slametan
Click here
Click here
11
Ushul Fikih
Perkembangan Ijtihad Masa Awal Islam
Click here
12
Pemrograman Komputer 1
Program untuk mengkonversi dari jam ke menit
Click here
Click here
Program untuk mengkonversi dari jam ke detik
Click here
Click here
Program untuk mengkonversi dari detik ke jam
Click here
Click here
Program untuk mengkonversi dari inchi ke centimeter
Click here
Click here
Program untuk mencari luas segitiga
Click here
Click here
13
Statistik Dasar
Membuat Data Distribusi Frekuensi
Click here
 
Mean, Median, Modus
Click here




::Vie's Blog:: Design by Insight © 2009

Selamat Datang di Vie's Blog

Selamat datang di blog saya, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan di blog saya ini. Terima kasih telah berkunjung, apabila berkenan silakan berkomentar, atau pun langsung menghubungi jejaring sosial saya, mari kita saling berbagi ilmu ...

Sekilas tentang Penulis

Nama saya Rofiqo Rahmawati, saya Mahasiswi S1 Pendidikan Matematika di UIN Walisongo Semarang.

My Networks

Vie